Pemerintah Kabupaten Lamongan City Branding Lamongan Megilanlamongankab.go.id
KECAMATAN TURI
Berita

KASI TRANTIBUM KECAMATAN TURI IKUTI SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENYUSUNAN DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2026–2030

Kamis, 29 Oktober 2026 4 dilihat
KASI TRANTIBUM KECAMATAN TURI IKUTI SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENYUSUNAN DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2026–2030

(Kamis, 29/10/2026) – 

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Kecamatan Turi, Kasturi, S.E., mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Lamongan Tahun 2026–2030. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari upaya penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Lamongan.

Kegiatan sosialisasi dan workshop ini menjadi sarana penyampaian informasi sekaligus pembahasan mengenai pentingnya Kajian Risiko Bencana sebagai dasar dalam memahami potensi ancaman, tingkat kerentanan, serta kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Dokumen KRB memiliki peran penting dalam menyediakan gambaran risiko bencana secara terstruktur sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan dan langkah penanggulangan bencana.

Dalam penyusunan dokumen tersebut, diperlukan data dan informasi yang menggambarkan kondisi wilayah, karakteristik ancaman bencana, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko. Kajian yang dilakukan secara menyeluruh menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi terdampak bencana sekaligus memahami kebutuhan penanganan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

Keikutsertaan Kasi Trantibum Kecamatan Turi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman aparatur kecamatan terhadap aspek ketenteraman, ketertiban umum, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Pengetahuan mengenai risiko bencana menjadi hal penting bagi unsur kewilayahan karena pemerintah kecamatan memiliki peran dalam koordinasi dan fasilitasi berbagai kegiatan pemerintahan di tingkat wilayah, termasuk dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.

Melalui sesi sosialisasi dan workshop, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Lamongan Tahun 2026–2030. Kegiatan ini juga menjadi ruang koordinasi antarpemangku kepentingan untuk menyelaraskan informasi dan masukan yang diperlukan dalam penyusunan dokumen. Keterlibatan berbagai unsur pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung tersedianya kajian yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik wilayah Kabupaten Lamongan.

Kajian Risiko Bencana tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pendataan potensi ancaman, tetapi juga menjadi landasan dalam merencanakan langkah pengurangan risiko bencana. Informasi yang termuat di dalamnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan wilayah.

Bagi Kecamatan Turi, pemahaman terhadap kajian risiko bencana menjadi salah satu aspek pendukung dalam pelaksanaan tugas kewilayahan. Informasi mengenai potensi ancaman dan risiko bencana dapat menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Hal ini penting agar upaya penanggulangan bencana dapat dilakukan secara terencana dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Lamongan tersebut, Pemerintah Kecamatan Turi mendukung proses penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Lamongan Tahun 2026–2030. Diharapkan dokumen ini nantinya dapat menjadi pedoman dan bahan acuan bagi pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan penanggulangan bencana, sehingga upaya pengurangan risiko dan peningkatan kesiapsiagaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan terpadu.

Bagikan:
Baca Juga

Artikel Terkait