Pemerintah terus melakukan penyempurnaan dalam penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Pada tahun 2026, penetapan penerima bantuan sosial mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipadukan dengan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai dasar verifikasi dan validasi penerima manfaat.
Melalui kebijakan tersebut, bantuan sosial diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil terbawah berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga diarahkan untuk mendukung kemandirian keluarga penerima manfaat sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Penilaian kelayakan penerima bantuan sosial dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset bergerak, penggunaan energi listrik, status pekerjaan dan pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, akses sanitasi dan air bersih, serta data pendukung lainnya yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi rumah tangga.
Kondisi rumah yang tidak layak huni, keterbatasan akses sanitasi, rendahnya tingkat pendapatan, serta banyaknya anggota keluarga yang menjadi tanggungan menjadi beberapa faktor yang diperhatikan dalam proses penilaian. Sebaliknya, kepemilikan aset tertentu dan tingkat penghasilan yang berada di atas ketentuan dapat memengaruhi status kelayakan penerima bantuan sosial.
Masyarakat diimbau untuk memastikan data kependudukan dan data sosial ekonomi yang dimiliki telah sesuai dengan kondisi sebenarnya. Data yang akurat akan membantu proses verifikasi sehingga penyaluran bantuan sosial dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Informasi ini diharapkan dapat menambah pemahaman masyarakat mengenai mekanisme dan parameter penetapan penerima bantuan sosial tahun 2026. Apabila terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk proses pembaruan data sesuai prosedur yang berlaku.





